• Tuhan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya.

Setiap manusia adalah ciptaan Allah yang mulia dan berharga dihadapannya. Karena itu sama seperti Tuhan menghargai dan mengasihi ciptaan-Nya, demikianlah hendaknya setiap murid patut dihargai dan dikasihi sebagaimana mereka ada.

  • Tuhan menciptakan rencana yang indah atas kehidupan manusia.

Setiap manusia telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, namun Allah telah menyediakan jalan keselamatan di dalam Yesus Kristus untuk memulihkan keadaan manusia. Karena itu setiap murid harus dibimbing untuk mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus agar rencana Tuhan yang indah dapat terwujud di dalam kehidupannya.

  • Tuhan memberikan potensi baru dalam setiap orang.

Setiap orang percaya diberikan talenta dan karunia yang berbeda-beda oleh Tuhan menurut keunikan dan kesanggupan masing-masing. Karena itu setiap murid harus dibina untuk mengenali dan menghargai potensi dirinya sebagai anugerah dan kasih karunia Tuhan bagi dirinya.

  • Tuhan menghendaki setiap orang dapat mempertanggungjawabkan seluruh kehidupannya.

Sebagai pertanggungjawaban kepada Tuhan, setiap orang harus menggali dan mengembangkan seluruh aspek kepribadiannya secara maksimal. Karena itu setiap murid harus dibina untuk dapat mengembangkan seluruh kepribadiannya secara optimal agar dapat menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan dunia.

  • Anak adalah berkat dan titipan Tuhan yang dipercayakan kepada orang tua untuk diasuh dan dibina  didalam kasih, iman dan kebenaran.

Tuhan mempercayakan orangtua sebagai pendidik primer bagi ana-anaknya, sedangkan guru adalah pendidik sekunder yang dipercayakan orang tua untuk ikut berbagi di dalam mendidik anak –anak mereka. Karena itu orang tua juga perlu dibina agar menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya.

  • Sekolah adalah rekan kerja orangtua dalam membimbing dan mendidik anak.

Sekolah dan orangtua harus menjalin kesatuan hati dalam penyelenggaraan pendidikan. Karena itu perlu ada kerjasama yang baik dan harmonis dalam proses membantu anak untuk mengembangkan segala potensi dirinya juga dalam proses memperlengkapi anak  untuk mengaktualisasikan kompetensi prima anak tersebut.

  • Pendidikan seharusnya mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.

Pendidikan yang baik haruslah bersifat holistik yang mencakup semua aspek kehidupan yaitu: aspek fisik, intelektual, mental, moral, sosial, emosional, dan spiritual. Karena itu sekolah dalam seluruh kegiatan belajar mengajarnya harus menyentuh semua aspek kehidupan tersebut.

  • Sekolah merupakan wadah pendidikan yang menyediakan fasilitas edukatif dan menciptakan atmosfir serta lingkungan yang menunjang kegiatan belajar dan mengajar.

Suasana dan lingkungan sekolah yang bersih, aman dan nyaman akan sangat mempengaruhi kelancaran penyelenggaraan pendidikan. Fasilitas edukatif yang lengkap dan memadai akan menunjang serta meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Karena itu lingkungan, suasana dan fasilitas sekolah harus selalu diperhatikan dan ditangani dengan serius.

  • Pendidikan harus mampu menanamkan dan membangkitkan keinginan, kesenangan dan semangat belajar yang tinggi.

Belajar seharusnya merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi setiap orang pada segala tingkatan usia yang berlangsung sepanjang hidup. Belajar dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, dalam wadah formal dan informal. Belajar yang menyenangkan akan menimbulkan semangat belajar yang tiada hentinya. Karena itu metodologi mengajar haruslah bersifat interaktif, kreatif, relevan dan integratif.

  • Peran seorang pendidik bukan hanya mengajar tapi juga membimbing dan menjadi teladan bagi murid-murid-nya dalam segala hal.

Seorang guru yang baik bukan hanya menguasai bidang ilmu yang diajarkannya, tetapi juga harus memiliki kehidupan yang baru di dalam Tuhan Yesus, kerohanian yang baik, panggilan mengajar yang jelas, komitmen yang tinggi dan karakter Kristiani yang baik sehingga dapat dijadikan teladan oleh murid-muridnya. Karena itu kualitas seorang pendidik akan menentukan keberhasilan anak didiknya.

  • Pendidikan harus memiliki keseimbangan antara teori dan praktek dan antara konsep serta implementasi.

Pendidikan bukan hanya menambah pengetahuan dan memperluas wawasan murid, melainkan juga menolong anak belajar bagaimana belajar. Karena itu guru bukan hanya menolong anak untuk memperoleh pengetahuan dasar dan prinsip – prinsip kebenaran tetapi juga menolong anak agar dapat mempraktekkan atau mengimplementasikan apa yang telah dipelajarinya didalam kehidupan mereka sehari – hari.

  • Pendidikan Kristen menghasilkan transformasi kehidupan secara individual dan kooperatif dalam masyarakat baik pada masa kini maupun pada masa yang akan datang.

Pendidikan haruslah dapat mengubah pola berpikir, konsep nilai dan gaya hidup yang awalnya berorientasi pada pola hidup manusia lama yaitu manusia berdosa yang berada diluar Kristus, menjadi berorientasi pada pola hidup manusia baru didalam Kristus. Karena itu pendidikan Kristen yang dilakukan oleh guru Kristen dengan pertolongan Roh Kudus akan menghasilkan transformasi kehidupan murid ke arah pemmbaharuan pribadi pada khususnya dan juga masyarakat pada umumnya.

  • Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan (Amsal 1:7a)

Iman percaya dan pengenalan akan Tuhan adalah pangkal dan dasar dari segala pengetahuan manusia (Amsal 1:7a), Tuhan adalah sumber dan penentu segala yang baik (Yakobus 1:5,17) dan dirman Tuhan atau Alkitab adalah standar kebenaran yang mutlak. Karena itu setiap murid harus dididik dalam sikap takut akan Tuhan dan berpegang teguh pada firman-Nya dalam mencari, menemukan dan menggunakan ilmu pengetahuan yang diperolehnya.

  • Seluruh kebenaran dari kebenaran Tuhan.

Tuhan adalah kebenaran (Yohanes 14:6) . Allah menyatakan kebenaran kepada manusia melalui pernyataan khusus dalam Kristus Yesus dan Alkitab, juga mellaui pernyataan umum dalam ciptaann-Nya. Oleh karena itu kebenaran yang diperoleh berdasarkan pengamatan terhadap alam semesta dan dunia tidak akan kontradiksi dengan kebenaran Kristus dan Firman-Nya. Prinsip-prinsip dasar dari disiplin ilmu manapun seharusnya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip kebenaran dalam Alkitab. Dengan demikian integrasi antara iman dan ilmu pengtahuan patut diterapkan dalam pendidikan Kristen.

  • Pendidikan Kristen mengacu pada pemulihan hubungan dengan Tuhan, diri sendiri,sesama orang percaya dan dunia pada umumnya.

Pemulihan hubungan sangat signifikan bagi keutuhan hidup seseorang. Dengan berdasarkan kasih Allah yang sejati, seorang Kristen akan terus menjaga kehidupan yang Tuhan percayakan dengan sepenuh hatinya; mengasihi dirinya agar mampu mengasihi sesama bahkan mampu menjangkau udnia yang terhilang agar mengalami kasih-Nya. Karena itu dalam pendidikan Kristen hubungan kasih harus terwujud dalam hubungan interaktif antara sesama manusia, atasan dengan bawahan, antara sesama guru, antara tenaga pendidik dan non pendidik, antara guru dna murid serta antara murid-murid sendiri. Hubungan kasih yang terjalin dengan baik merupakan kesaksian yang indah kepada dunia.

 

Apertura de cuenta bet365.es